Ambon rusuh,ada apa?

Kota Ambon memanas lagi. Sejumlah ruas jalan dibarikade, konsentrasi massa pun terjadi di sejumlah ruas jalan. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIT, Ahad, 11 September 2011. Suara tembakan di Kota Ambon, yang mencoba menghentikan kedua kelompok massa yang saling lempar batu, membuat suasana menjadi mencekam. Warga yang bermukim di perbatasan wilayah Islam dan Kristen panik dan mengungsi ke masjid-masjid mencari perlindungan.

Wa Ima, warga yang ikut mengungsi, menggenggam erat tangan kedua anaknya sambil berlari kecil, mengamankan diri. “Katong takut bapa (kami takut bapak),” katanya dengan raut wajah yang ketakutan.

Lempar batu juga sempat terjadi di Jalan dr. Latumeten, sekitar kampus Universitas Pattimura. Dua kendaraan roda dua dibakar dan tiga unit angkutan kota jurusan Kudamati dan Bentas rusak akibat terkena lemparan batu. Di sejumlah ruas jalan juga terlihat konsentrasi massa sambil membawa parang.

Hingga Ahad petang situasi Kota Ambon masih mencekam. Tak terlihat kendaraan lalu lalang di jalan raya. Hanya terlihat konsentrasi massa seperti di Tuguh Trikora, Batu Merah dan Mardika, Waringin, Diponegoro, serta di kawasan Tanah Lapang Kecil (Talake).

Kepala Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Ajun Komisaris Besar Joko Susilo, yang datang ke lokasi, tak berdaya meredakan amarah massa yang saling lempar batu. “Kami masih mengupayakan meredakan emosi massa,” ujarnya kepada wartawan di Ambon.

Kepala Bidang Humas Polda Maluku Ajun Komisaris Besar Johannis Huwae belum biasa memberikan keterangan. “Pak Kapolda sudah turun langsung ke TKP untuk mengamankan massa,” katanya.

Dugaan sementara peristiwa ini bermula dari tewasnya Darfing, salah seorang tukang ojek di Ambon. Kabarnya ia dihabisi di kawasan Gunung Nona, Kudamati, Ambon, ketika mengantar seorang penumpang ke kawasan tersebut pada Sabtu malam, 10 September 2011.

Usai pemakaman korban di pekuburan Islam Mangga Dua, massa langsung emosi dan menghentikan serta melempari kendaraan di kawasan tersebut. Warga marah lantaran polisi dianggap lamban menangani dan menangkap tersangka.(tempo)

*******************************

Meledaknya peristiwa di Ambon ini bersamaan dengan peringatan satu dekade (10 tahun) peristiwa 11 September, di mana di Amerika Serikat sedang berlangsung peringatan atas peristiwa runtuhnya Gedung WTC. Adakah ini memiliki korelasi dengan peristiwa yang sedang sekarang diperingati di Amerika Serikat, yang ingin tetap melestarikan peritiwa itu, dan menjadikan kaum Muslim sebagai biang kekerasan dan terorisme?

Kerusuhan Ambon yang bertepatan dengan peringatan peristiwa ambruknya Gedung WTC tidak bisa dilepaskan peringatan dari Pemerintah AS akan adanya serangan teroris.

”Peringatan AS akan adanya serangan teroris juga ditujukan kepada negara-negara lain, dan Ambon dijadikan target skenario itu dengan memunculkan kerusuhan yang bernuansa SARA,” kata pengamat intelijen AC Manullang kepada itoday, Minggu (11/9).

Menurut AC Manullang, kerusuhan Ambon ini akan membuktikan pernyataan AS bahwa wilayah tersebut menjadi sarang teroris. ”Saya melihat ada upaya AS yang memunculkan Ambon sebagai sarang teroris dengan memunculkan kerusuhan terlebih dulu,” paparnya.

Kata Manullang, pola yang hampir sama seperti kasus kerusuhan Ambon sebelumnya yang memunculkan kelompok Laskar Jihad dan Islam fundamentalis lainnya yang berada di Ambon.

”Skenario yang akan dilakukan, Ambon rusuh, dan kelompok-kelompok Islam membantu, dan muncullah stigma teroris di Ambon,” pungkas Manullang.(itoday)

********************************

Ustadz Bernard Abdul Jabbar, seorang mualaf dari nasrani yang pernah terlibat dalam gerakan misionaris, menyatakan bahwa update terakhir korban meninggal dunia dari pihak muslim atas kekejaman kaum salibis telah mencapai 8 orang. Sedangkan korban kritis sudah menembus angka 70 orang,

“Update tadi pagi dari seorang ikhwah yang ada disana bahwa 8 orang meninggal dunia dan 70 lainnya mengalami kritis.” Ungkapnya saat dihubungi Eramuslim.com, senin siang.

“Kebanyakan mereka dirawat di RS Al Fatah, Ambon.” Tambah Ustadz Bernard.

Ustadz yang kini aktif di Hizbud Dakwah Islam (HDI) ini melihat ada upaya pembiaran dari pihak kepolisian pasca meninggalkan dua orang tukang ojek. Namun lebih jauh daripada itu, Ustadz yang aktif melawan pemurtadan ini juga melihat bahwa kerusuhan Ambon kali ini adalah skenario yang masih dimainkan oleh Gerakan Salibis.

“Tidak masuk akal hanya karena dua orang yang terbunuh, aksi menjadi luas kemana-mana.”

Beliau juga menambahkan bahwa kaum muslimin dibantai secara brutal oleh kaum salibis. Mereka memiliki persenjataan lengkap untuk bertempur dengan umat muslim.

“Para kaum salibis memakai sniper dan anak panah. Salah seorang muslim disana sampai mencabut anak panah yang menancap di tubuh kaum muslim untuk diperlihatkan sebagai bukti.”(eramuslim(dot)com)

****

Keributan di Ambon disesalkan banyak tokoh di Jakarta. Musisi asal Ambon Glenn Fredly meminta media ikut membantu menciptakan suasana kondusif. “Ambon?sudah damai kok,” kata Glenn semalam.

Penyanyi itu juga aktif menyampaikan kampanye perdamaian melalui akun Twitter-nya. “Patimura-Patimura muda, beta percaya deng kamorang samua! Ale rasa beta rasa,” katanya dengan bahasa Maluku. Dia juga menginformasikan suasana di lapangan berdasar informasi dari teman-temannya.

“Hari ini ada pihak yang mau buat Ambon rusuh seperti tahun “99. Tolong, jangan biarkan teman-teman,” katanya. Saat ini, akun Twitter Glenn mempunyai 279.580 follower. “Hanya pengecut dan pecundang yang mau merusak dan mengadu domba rakyat, apalagi dengan membawa nama Tuhan dan itu pasti mati,” katanya

Sumber : Serbasejarah.com

 

About laskarmim

Menuju masyarakat indonesia yang adil dan sejahtera

Posted on September 14, 2011, in Berita nasional. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s