Kita Semua Bisa Menjadi Pahlawan

Siapa yang tidak mengenal Cut Nyak Dhien, Panglima Diponegoro, Pattimura dan para pahlawan lainnya di negeri ini. Mereka adalah para pahlawan yang berjuang mempertahankan negeri ini. Para pahlawan yang siap mengorbankan seluruh hidupnya. Tidak peduli darah habis di tubuhnya, tak peduli rasa lapar dan haus, mereka tetap bertahan dengan kekuatan mereka. Tidak hanya menggunakan senjata, juga menggunakan pikiran dan tenaga.

Dan sadarkah kita, saat ini, banyak pahlawan yang berada disekitar kita. Mereka terus berjuang dan bertahan dengan kemampuan mereka, mereka bertahan dengan darah dan air mata.

Lihatlah, bagaimana seorang kuli bangunan, tak peduli terik matahari membakar tubuhnya, tak peduli air hujan yang membasahi tubuh, tak peduli tidur diatas kayu atau lantai yang dingin. Mereka terus bertahan. Semua mereka lakukan demi keluarga, membiayai anak-anaknya bisa melanjutkan pendidikan, menjaga keluarganya dari hal-hal negative karena kondisi ekonomi yang morat marit.

Lihatlah bagaimana seorang Office Boy (OB), disaat orang-orang berdasi melewatinya, disaat pejabat-pejabat menyuruhnya untuk berbagai urusan sepele, namun dia tidak gentar dan malu menjadi seorang OB. Karena, di rumahnya, seorang wanita tuda selalu menunggunya membawa rezeki.

Lihatlah seorang nelayan, walau hidup pas-pasan karena banyaknya rentenir, mereka akan terus berusaha dan terus berusaha, tetap bertahan agar bias member senyum kepada keluarganya.

Lihatlah para pembantu rumah tangga, walau sering mendapat penghinaan, dan terkadang siksaaan, mereka tetap bertahan dengan kekuatan mereka. Mereka berjuang dengan hati dan kekuatan yang ada. Semua dilakukan hanya untuk keluarganya di kampung.

Jutaan pahlawan ada disekitar kita.

Lalu bagaimana dengan kita?

Pernahkan kita terpikir untuk menjadi pahlawan, walau bukan sebagai pahlawan sesungguhnya di medan peperangan, tapi, adakah kita berusaha menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang lain, manusia yang bisa memberi harapan hidup bagi orang lain?

Tanyakan pada diri kita.

Sudah berapa banyak keluh kesah yang kita keluarkan, sudah berapa banyak protes yang kita keluarkan dari mulut, sudah berapa umpatan yang kita ucapkan, sudah berapa banyak ketidakpedulian kita kepada lingkungan, sudha berapa banyak… sudah berapa banyak….. sudah berapa banyak hal-hal lain yang telah kita buang…. Waktu, usia dan kesempatan.

Lihatlah, berapa banyak manusia yang gagal namun mereka tetap bertahan dan kembali bangkit. Lihatlah perjalanan hidup mereka, mereka bangkit bukan hanya untuk memikirkan diri sendiri, akan tetapi bangkit untuk bisa memberi manfaat bagi orang-orang yang berada disekililingnya.

Tanyakan pada diri kita.

Sebanyak apa dan sejauh mana cobaan dan kegagalan yang kita hadapi, seberapa banyak kesulitan yang kita temui…. Tanyakan pada diri kita… tanyakan…

Kita bisa dan kita mampu. Jangan takut pada angin yang berhembus, jangan takut pada batu yang ada ditengah jalan.

Marilah kita mencoba, buanglah rasa takut dan keragua-raguan yang datang. Jangan takut akan halangan yang semua itu belum tentu kita hadapi, jangan takut pada kegagalan yang belum tentu terjadi. Yakinlah dan berpikir positif, kita bisa dan kita mampu!

Kita semua sama dan kita semua mampu!

Sudah berapa banyak manusia yang berjuang, terjatuh, lalu bangun, terjatuh, kembali berdiri, terjatuh, bangun dan berdiri sambil terus bertahan, terjatuh,,, dan lihatlah… kini mereka tersenyum. Nikmat.

Lihatlah, berapa banyak manusia yang ada disekeliling kita. Mereka semua menanti kita, menunggu dan terus menunggu. Akankah kita berdiam diri? Akankah kita hanya termangu dalam waktu yang terus berjalan, akankah kita hanya menghabiskan waktu dengan senda gurau? Akankah… akankah… kita diam?

Kita semua mampu, dan kita semua bisa!

Sumber : marthaandival.com

About laskarmim

Menuju masyarakat indonesia yang adil dan sejahtera

Posted on September 5, 2011, in Hikayat. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s